Sekitar tahun 2003, orang tua dipindah tugaskan ke kantor cabang Tanah Abang. Tapi kami semua tinggal di Bekasi, tepatnya di Komp. Bougenville. Sebelumnya kami tinggal di wisma BRI jalan Sisimangaraja setelah hampir 1 bulan. Dan saat yang paling menegangkan itu hari pertama masuk sekolah tiba. SD Islam Armina Utama, kelas 3 SD itu saat yang bersejarah buat saya. Mempunyai teman baru itu benar-benar membuat saya bikin mati kutu. Kamu bisa bayangin, sekajap itu kamu jadi pusat perhatian di kerumunan anak-anak SD. Saya ingat, orang pertama yang mennyapa saya kakak kelas 4 SD namanya kak Kartika. Gara-gara saya masih anak baru, jadi saya jawab secukupnya dengan cara mangguk sdan menggeleng. Tapi ternyata ngga sedikit temen sekelas saya adalah anak-anak dari orang yang terpandang. Contoh saja, saya punya temen bernama Yorda, bapaknya waktu itu PASPAMPRES ring 1. Yang sekarang jadi Danjen KOPASSUS, Mayjen Agus Sutomo. Saya ingin sekali bisa ketemu lagi sama temen-temen SD di Bekasi. Momen yang paling saya tidak pernah menyangka, waktu 17 Agustus tahun 2005 (kalo ngga salah) saya diajak sama Yorda untuk nonton langsung penurunan bendera langsung di Istana Merdeka. Salah satu momen yang buat saya tidak akan lupa sama dia. Lalu ada Nabila dan Sabrina. Sebenarnya mereka berdua anak kembar, tapi pertama saya perhatikan mereka terlihat tidak seperti anak yang kembar. Mereka berdua adalah anak dari komedian berlogat madura, yaitu Khadir. Mereka semua sangat welcome kepada saya. Memang terjadi pasang surut di sekolah itu. Pada awalnya, murid satu kelas sampai 30 anak. Namun, seiring waktu ada banyak murid baru masuk, begitu juga yang keluar. Entah apa alasannya, hingga suatu ketika hanya tersisa belasan murid dalam satu kelas dalam satu angkatan. Dan yang paling tidak disangka, angkatan kakak kelas hanya tersisa 9 orang sampai mereka lulus. Namun itu adalah bagian dari sejarah yang tak pernah terlupakan seumur hidup.
Lalu ada momen saat shalat tarawih. Jadi anak-anak di komplek setiap awal bulan ramadhan, masjid selalu dipenuhi, tapi semakin lama cuma sampai 6 rakaat habis itu mereka main sepeda dan benar saja saya jadi ikut-ikutan. Tapi mulai disitu saya semakin punya banyak temen-temen komplek, ada Unggul sama Tama, Hindia, Fadil, Barry dan anak-anak lainnya. Hampir setiap sore saya main dengan mereka, hanya sabtu dan minggu saya jarang main karena sering pergi keluar.
YourPort Yuriko
Sabtu, 27 Juli 2013
Jumat, 26 Juli 2013
Nice to see you!
Hai, nice to meet you!
Kalimat pertama yang sederhana, tapi mempunyai banyak makna
Kalimat pertama yang sederhana, tapi mempunyai banyak makna
Brian Yuriko Ayahanto, itulah nama yang diberikan orang tua. Lebih sering dipanggil Brian ada juga yang panggil "Brayen", "Ayahanto", "Yuriko", apalah arti sebuah panggilan haha (Sebenernya masih banyak nama panggilan lain yang aneh dan ngga patut di publikasikan -___-)
Mempunyai orang tua berlatar belakang "Bankir", membuat saya harus siap pindah kemana pun. Entah berapa kota yang pernah di singgahi. Tapi disitu titik kesenangan. Siapa sangka bisa punya banyak teman dari betawi, sunda, dayak, bugis, jawa, langsung dari daerah mereka masing-masing. Jakarta, Bandung, Kapuas, Bone, Semarang, semuanya punya cerita yang never forget it deh pokoknya
Mempunyai orang tua berlatar belakang "Bankir", membuat saya harus siap pindah kemana pun. Entah berapa kota yang pernah di singgahi. Tapi disitu titik kesenangan. Siapa sangka bisa punya banyak teman dari betawi, sunda, dayak, bugis, jawa, langsung dari daerah mereka masing-masing. Jakarta, Bandung, Kapuas, Bone, Semarang, semuanya punya cerita yang never forget it deh pokoknya
Hanya saja saya masih menyimpan keiinginan jalan-jalan ke Indonesia bagian timur, yang pasti kalian sudah tau di sana punya alam yang saik bin ajib.. Wakatobi, Lombok, NTT, sampai Raja Ampat. Someday saya akan berkunjung kesana! Amiin...
Mungkin segini dulu tulisan pertama Blog ini, Thanks for visit ya :D
Langganan:
Komentar (Atom)